DaerahKalimantan TimurKutai Timur

Bukan Sekadar Mengobati, Tapi Memahami Admisi SOHC RS Medika Sangatta Buat Terobosan, Pasien Jauh Pun Merasa Diperhatikan!

8
×

Bukan Sekadar Mengobati, Tapi Memahami Admisi SOHC RS Medika Sangatta Buat Terobosan, Pasien Jauh Pun Merasa Diperhatikan!

Sebarkan artikel ini

Kriminalnusantara.com.| Muara Wahau, Kutai Timur, Kalimantan Timur – Di tengah keluhan pelayanan kesehatan yang kerap didengar masyarakat, ada cerita yang menyegarkan dari RS Medika Sangatta. Sikap luwes, cepat, dan memanusiakan pasien ditunjukkan pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta saat merespons kendala jarak dan transportasi yang dialami pasien dari Muara Wahau. Langkah ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal obat, tetapi juga soal pengertian dan kemudahan.

Jarak Jauh Bukan Halangan Permintaan Dikabulkan Tanpa Persulitan

Hasriani, warga Perumahan Perusahaan Melenyu 2, Afdeling LA, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, sempat cemas menjelang jadwal kontrol kesehatannya. Jarak dari Muara Wahau ke Sangatta yang ratusan kilometer, ditambah keterbatasan transportasi hanya bergantung pada jadwal travel yang terbatas membuat perjalanan ke rumah sakit tidaklah mudah.

Awalnya jadwal kontrol diubah ke tanggal 5 Oktober 2026. Namun karena kendala keberangkatan travel yang hanya tersedia pada jam-jam tertentu, suami Hasriani memberanikan diri menghubungi pihak rumah sakit untuk meminta penyesuaian jadwal ke tanggal 6 Oktober 2026.

“Kalau menggunakan mobil pribadi tentu beda, tapi kami naik travel yang keberangkatannya sudah ditentukan. Kalau terlewat, kami tertunda seharian,” ungkap suami Hasriani saat menyampaikan kendalanya.

Tanpa berbelit-belit, pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta langsung memahami situasi tersebut. Setelah memverifikasi data melalui foto surat kontrol, permintaan penjadwalan ulang langsung dikabulkan. Surat kontrol dengan jadwal baru tanggal 6 Oktober 2026 pun segera dikirimkan kembali.

“Kami Merasa Dipahami, Bukan Sekadar Nomor Antrean”

Hasriani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Baginya, kemudahan ini sangat berarti, terlebih karena rumah sakit tidak mempersulit proses penyesuaian yang didasari kendala di luar kendali pasien.

“Terima kasih kepada pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta yang sudah memahami kondisi kami. Jarak jauh bukan alasan kami diabaikan. Kami merasa dipahami, bukan sekadar nomor antrean,” ujar Hasriani dengan lega.

Wartawan Apresiasi: Ini Contoh Pelayanan yang Seharusnya Menjadi Standar

Arman dari jejakkasusnews.web.id bersama Tispran Kelana dari mabesnews.com turut memberikan apresiasi tinggi atas responsivitas pihak rumah sakit.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal diagnosa dan obat. Tapi juga soal komunikasi, empati, dan kemudahan. RS Medika Sangatta membuktikan bahwa rumah sakit bisa fleksibel tanpa melanggar prosedur. Semoga ini bukan pengecualian, tapi standar yang dipertahankan dan ditiru institusi lain,” ujar Arman dan Tispran.

Mereka menegaskan bahwa pasien dari daerah terpencil dan jauh berhak mendapatkan perlakuan yang sama  bahkan lebih perhatian karena keterbatasan akses yang mereka hadapi.

“Kami berharap ke depan, seluruh fasilitas kesehatan tidak hanya melihat apa yang tertulis di kertas, tapi juga memahami kondisi nyata pasien. Inilah hakikat pelayanan kesehatan yang sesungguhnya  menyembuhkan sekaligus memanusiakan,” tambah mereka.

Inti Pesan:

“Pelayanan kesehatan yang baik terlihat ketika pasien sedang kesulitan — bukan ketika semuanya berjalan lancar.”

Semoga langkah kecil namun bermakna ini terus dipertahankan dan menjadi teladan bagi seluruh institusi pelayanan kesehatan di Indonesia.

Samsul Daeng Pasomba, PPWI / Tim Media
kriminalnusantara.com | Muara Wahau, Kutai Timur, 4 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *