Kriminalnusantara.com | PEUDAWA, Aceh Timur — Camat Peudawa, Iskandarsyah, S.E., M.A.P., secara resmi membuka Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Ke-II tingkat Kecamatan Peudawa. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Mukarramah, Gampong Seuneubok Penteut, Senin (26/10/2026).
FASI Bukan Sekadar Lomba Wadah Pembentukan Karakter Generasi
Dalam sambutannya, Camat Iskandarsyah menegaskan bahwa FASI memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ajang perlombaan.
“FASI bukan sekadar ajang lomba. Ini adalah wadah pembinaan generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an, memperkuat iman, membentuk akhlak mulia, serta mengembangkan bakat dan kreativitas sejak usia dini,” tegasnya.
Teknologi Harus Menjadi Teman, Bukan Pemisah dari Agama
Salah satu sorotan tajam dalam arahan Camat Peudawa adalah pentingnya keseimbangan antara kemajuan zaman dan keberpihakan pada nilai agama.
“Anak-anak kita harus cerdas dalam memanfaatkan teknologi, bijak dalam menerima informasi, santun dalam berkomunikasi, serta tetap kuat dalam iman dan akhlak. Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat generasi kita jauh dari Al-Qur’an dan nilai-nilai agama,” pesannya dengan tegas.
Sinergi Semua Pihak Kunci Keberhasilan Pendidikan
Camat Iskandarsyah mengajak seluruh elemen masyarakat orang tua, guru, ustaz, dan ustazah untuk bersatu dalam mendidik anak-anak.
“Mari kita perkuat sinergi. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter kuat, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta nilai keislaman,” ajaknya.
Kepada para peserta lomba, beliau berpesan: kemenangan bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah proses belajar, kejujuran, sportivitas, dan pembentukan akhlak yang mulia.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari piala yang diraih, tetapi dari karakter yang terbentuk,” ujarnya.
Diharapkan Lahir Generasi Qur’ani yang Saleh dan Salehah
Secara resmi, Camat Peudawa membuka FASI Ke-II dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim. Beliau berharap kegiatan ini melahirkan generasi yang saleh dan salehah, cerdas, berprestasi, bijak menggunakan teknologi, serta menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa.
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi masa depan generasi muda di wilayah Peudawa.
(Samsul Daeng Pasomba — PPWI / Zainal / Tim Redaksi Kriminalnusantara.com)





